Itulah sebabnya berhubungan dengan para pemenang dan membaca buku yang tepat sangatlah penting.
Anda akan seperti orang-orang dengan siapa Anda berhubungan.
Anda mengambil kebiasaan mereka.
Dan kebiasaan menentukan hasil.
suatu akhir adalah suatu awal pembelajaran
Dalam sebuah perlombaan lari anak-anak, Mereka semua berjajar,begitu penuh harapan; masing-masing ingin memenangkan perlombaan atau menjadi yang pertama, atau setidaknya merebut tempat kedua. Orangtua mereka menonton dari pinggir, masing-masing menyemangati anak mereka. Masing-masing anakpun berharap bisa menunjukkan kepada keluarganya bahwa dialah yang akan menjadi sang juara.
Pluit ditiup dan mereka pun melesat, seperti kereta perang terbakar. Menang dan menjadi pahlawan di tempat itu adalah keinginan setiap anak laki-laki.
Salah seorang anak, yang ayahnya berada dalam kerumunan, berlari memimpin dan berpikir,”Ayahku akan sangat bangga.”
Tetapi pada saat melesat melintasi lapangan dan menyeberangi turunan dangkal, anak kecil yang mengira akan menang itu salah melangkah dan terpeleset. Saat ia berusaha keras menjaga keseimbangan, lengannya bergerak kesana kemari. Dan ditengah tawa orang banyak ia terjerembab.
Saat ia jatuh,harapannya pun ikut jatuh-ia tidak bisa memenangkan perlombaan itu sekarang.Merasa terhina, ia hanya berharap entah bagaimana bisa menghilang. Tetapi saat ia jatuh, ayahnya berdiri dan menunjukkan wajah khawatirnya, yang bagi anak itu berkata dengan jelas,”Bangun dan menangkan perlombaan!”
Anak itupun bangkit dengan cepat-tidak ada yang salah,kecuali sedikit tertinggal-dan ia berlari dengan segenap tekat dan kemampuannya untuk menebus jatuhnya tadi. Karena ia begitu gugup untuk mendapatkan tempatnya semula, untuk menyusul dan menang,pikirannya bergerak lebih cepat daripada kakinya.Ia terpeleset dan kembali jatuh.
Ia berharap saat jatuh tadi ia berhenti, dengan begitu ia hanya satu kali dipermalukan.”Sebagai pelari, sekarang aku tidak punya harapan.Seharusnya aku tidak mencoba berlomba.”Tetapi, matanya menembus kerumunan orang yang sedang tertawa, dan ia mencari serta menemukan wajah ayahnya yang tatapan tajamnnya kembali berkata,”bangun dan menangkan perlombaan!”
Jadi, ia pun melompat dan kembali mencoba, sepuluh meter di belakan peserta terakhir perlombaan.”Jika ingin menyusul sepuluh meter itu,”pikirnya, “aku harus berlari dengan benar-benar kencang!”.Dengan mengerahkan semua kemampuannya, ia pun mendapatkan kembali delapan meter, kemudian sepuluh meter...Tetapi saat berusaha keras menyusul pelari terdepan,ia terpeleset dan kembali terjatuh.Kalah!Ia berbaring disana tanpa suara. Air matanya menetes.
“Tak ada gunanya lagi berlari!Tiga kali gagal dan aku keluar!Mengapa harus mencoba?Aku sudah kalah,jadi apa gunanya?”pikirnya.”Aku akan hidup dengan rasa malu ini”Tetapi kemudian ia memikirkan ayahnya, yang akan segera ia hadapi.
“Bangun,”sebuah gema terdengar pelan,”kamu sama sekali belum kalah,karena satu-satunya hal yang harus kamu lakukan untuk menang adalah bangkit setiap kali jatuh.Bangun! Gema itu mendesaknya, “Bangun dan ambil tempatmu!Kamu tidak berada disini untuk gagal!Bangun dan menangkan perlombaan itu!”
Bersambung....
Jadi anak itupun bangkit untuk berlari sekali lagi, menolak untuk kalah, dan memutuskan bahwa entah menang atau kalah, setidaknya ia tidak menyerah. Jadi, jatuh dibelakang peserta lain sekarang, paling jauh dibanding sebelumnya, ia tetap mengerahkan semua kemampuannya dan berlari seolah masih bisa menang. Telah tiga kali ia terjatuh, dan telah tiga kali pula ia bangkit. Meskipun tertinggal terlalu jauh untuk berharap akan menang. Ia tetap berlari hingga akhir. Orang-orang menyoraki anak lain yang melintasi garis dan memenangkan tempat pertama, dengan kepala tegak dan bangga dan gembira-tidak jatuh, tidak dipermalukan.
Tetapi, ketika anak muda yang jatuh itu melintasi garis, di tempat terakhir, kerumunan orang menyorakinya dengan lebih hebat karena ia menyelesaikan perlombaan. Dan meskipun ia tiba terakhir dengan kepala tertunduk, tidak bangga, jika mendengarkan kerumunan orang itu, Anda akan mengira ia telah memenangkan perlombaan.
Dan kepada ayahnya, dengan sedih ia berkata,”Aku tidak melakukannya dengan baik.”
“Bagi ayah kamu menang,”kata ayahnya.”Kamu bangkit setiap kali jatuh.”
Semua dalam kehidupan ini seperti perlombaan itu, penuh suka duka dan naik turun. Dan satu-satunya hal yang harus anda lakukan agar menang adalah bangkit setiap kali terjatuh. Dan ketika depresi serta keputusasaan berteriak lantang dihadapan kita, suara lain dalam diri kita berkata,”Bangun dan menangkan perlombaan!”
(Cerita disadur dari buku 'RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES',-Ruben Gonzales)
Untuk menjadi seseorang yang kreatif memang tidaklah semudah seperti apa yang kita bayangkan.Sebuah buku yang ditulis oleh John Putzier dengan judul Get Weird menyatakan bahwa ada tiga hal yang bisa menghambat daya kreatifitas kita selama ini,diantaranya yaitu kebiasaan hidup, Judgmentalis serta resistance to change.
Kebiasaan hidup kita sehari-hari atau rutinitas ternyata sangat menghambat berkembangnya daya kreatifitas kita.Bangun tidur lalu berangkat ke kantor dengan melewati jalan yang sama setiap harinya dengan menyetel radio di frekuensi yang sama, ketika di kantor kita bertemu dengan teman-teman kantor yang sama serta melakukan pekerjaan yang itu-itu juga. Kebiasaan-kebiasaan ini ternyata membuat kita malas berfikir dan akhirnya menyebabkan kita tidak memiliki tantangan berarti sehingga kondisi ini tanpa disadari dapat membunuh daya kreatif kita.
Yang disebut Judgementalis. Tanpa disadari kita sering mengambil keputusan hidup yang cenderung menempatkan kita pada posisi aman/nyaman dan sama sekali tidak ingin menyentuh yang namanya sebuah resiko.inilah yang disebut judgementalis. Kita menjadi malas untuk memikirkan masalah yang dihadapi sehingga kita tidak terbiasa mempertimbangkan atau bahkan mengelola resiko yang akan dihadapi.
Terakhir, yang menghambat daya kreatifitas manusia adalah resistance to change atau sikap takut terhadap perubahan. Sikap anti perubahan bisa dilihat pada sikap penolakan terhadap hal atau ide yang baru,yang kadang muncul disekeliling kita. Sikap yang tidak menginginkan perubahan tentunya akan menggiring kita pada posisi tidak adanya lagi tantangan hidup sehingga menempatkan tingkat kreatifitas kita berada pada posisis yang paling rendah.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghindari jebakan yang menghambat kreatifitas ini.Langkah-langkah itu sebagai berikut : Ubahlah rutinitas sehari-hari dengan cara mencari jalan alternatif lain menuju kantor, dan berani untuk tersesat di jalan.Cobalah telusuri dan menghubungi teman-teman semasa kecil dulu. Langkah lain adalah ganti penampilan sehari-hari sehingga kelihatan berbeda,bacalah tulisan atau artikel yang justru anda tidak suka, dan mulailah hobi baru berbeda dari biasanya.
Cara lain yang bisa untuk dicoba adalah berani menuliskan kesalahan kerja yang pernah kita lakukan dan menempelkannya di dinding,berani mengakui kesalahan adalah tindakan terpuji.Dan masih banyak cara lain yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan daya kreatifitas kita secara sederhana.
Dengan mengenali faktor-faktor yang menghambat daya kreatifitas kita berarti kita telah melakukan tindakan identifikasi masalah.etelah itu tentunya kita tinggal menentukan bagaimana cara meningkatkan daya kreatifitas secara sederhana.
Ya, keyakinan adalah modal dasar kita menuju kesuksesan. Dengan sebuah keyakinan 100 persen, ditambah kerja keras, perjuangan pantang menyerah, keuletan, kedisplinan dalam memperjuangkan apa yang kita yakini tersebut, jalan menuju sukses akan dapat kita raih. Hal itu sudah saya buktikan sendiri.
Keyakinan saya bahwa "success is my right!" yang sangat kuat membuat saya selalu mau berjuang keras untuk mewujudkan semua cita-cita saya. Maka, ketika dulu kehidupan saya miskin, dengan perjuangan sepenuh hati dan dilandasi keyakinan kuat tersebut, saya akhirnya bisa meraih semua apa yang saya impikan.
Memang tidak mudah meraih semua itu. Berbagai halangan dan tantangan, pasti akan menghadang. Namun, dengan sebuah keyakinan yang kuat, maka berbagai ujian dan cobaan justru akan menjadi batu loncatan yang mampu membuat kita dapat melompat lebih tinggi. Dengan keyakinan yang kuat, kita akan memperoleh energi yang luar biasa untuk dapat mengatasi semua masalah dan persoalan yang timbul dalam usaha meraih sukses.
Untuk itu, mari kuatkan kembali keyakinan kita untuk mewujudkan semua impian. Dengan begitu, kita akan dapat terus memupuk semangat terus maju, pantang mundur.
by : Andrie wongso